Rabu, 08 April 2015

Kampung Baduy, Kehidupan Takkan Berakhir



G
emercik air dari sebilah batang bambu ini memperlihatkan betapa kayanya alam yang dimiliki oleh kampung  Baduy. Air yang mengalir dengan deras dan bersih menjadi sumber dari kehidupan dari warga Baduy luar.




Kampung Batara adalah salah satu perkampungan yang ada di Baduy luar. Masyarakat Baduy hidup dengan kearifan lokalnya yang begitu kuat meskipun adat istiadat Baduy luar tidak seketat Baduy dalam tetapi masyarakat Baduy luar tetap menjaga alamnya agar tidak dirusak.Kearifan ini perlu ditiru, terutama aturan merawat hutan dan sungai.

             Penduduk kota, yang mengenyam pendidikan formal mestinya malu dengan orang Baduy yang hidup di hutan.Saat musim hujan kebanjiran dan saat musim kemarau kekeringan itulah yang terjadi di kota tempat yang kita tinggali. Berbeda dengan kota, kampung Baduy yang begitu menjaga alamnya takpernah kebanjiran dan tak pernah kekeringan. Air bersih di kampung Batara yang kami singgahi tak pernah kering walau musim kemarau.

Pak Karta adalah seorang warga dari Baduy dalam yang menjadi narasumber mengenai kampung baduy dalam.  “ada dua pancoran dikampung ini, setiap kampung memiliki pancoran air bersih walau hujan,  air tetap bersih dan saat kemarau air tetap mengalir” ucap pak Karta.

Memang air merupakan sumber dari kehidupan, banyak negara miskin diakibatkan karena kurangnya air di negara tersebut, yang menyebabkan berbagai permasalahan terjadi di negara tersebut.  Oleh sebab itu air sangatlah penting bagi kehidupan kita.

Di Baduy dan kesepuhan banten kidul punya kearifan lokal yang sangat luar biasa dalam menjaga keseimbangan alam. Mata air masih terjaga, air sungai masih mengalir, padi yang melimpah dan longgsong banjir dan kekeringan yang tidak pernah terjadi. Itu semua di karenakan mereka memiliki peraturan adat yang masih dipegang teguh oleh masyarakatnya. Dan peraturan adat ini ternyata lebih kuat dibandingkan dengan peraturan yang dibuat oleh pemerintah.

Di Baduy, mereka mempunyai hutan titipan yaitu hutan yang tidak boleh dimanfaatkan untuk  apapun, baik itu kayunya atupun sumber daya alamnya. Bahkan untuk masukpun tidak diperbolehkan kecuali Pu’un atau abah atau Olot atau Oyot atau Kepala adat, itupun hanya setahun ssekali. Luasnya mencapai 30% dari luas kawasan Baduy. Mereka juga mempunyai hutan tutupan yaitu hutan yang boleh dimanfaatkan tapi non kayu. Hutan inilah yang menjaga mata air sumber kehidupan yang dialirkan melalui sungai. Luasnya mencapai 50% dari luas baduy.

Kampung baduy juga memiliki satu kawasan yang kaya akan tanaman bambunya.  Memang belum ada catatan yang pasti mengenai berapa persen atau berapa banyak hutan bambu yang ada di kawasan tersebut. Sebuah penelitian di cina hutan bambu mampu meningkatkan penyerapan air kedalam tanah hingga 240% di bandingkan hutan pinus. Mungkin hal inilah yang menjadi salah satu faktor baduy tak pernah kekeringan dan kekurangan air bersih.

Dengan banyaknya sumber air di Baduy yang begitu melimpah. Tak heran jika tanaman yang tumbuh di Baduy juga begitu melimpah seperti pohon duren, rambutan, kopi, pepaya, pohon aren/ kolang kaling tumbuhan obat-obatan dan tumbuhan lainnya yang brgitu melimpah ruah. Bahkan padi yang seharusnya tumbuh di sawah, di Baduy padi dapat tumbuh di ladang.

Kehidupan memang tak akan pernah berakhir di Baduy, karena mereka memiliki alam yang begitu kaya dan tak bisa dibeli, tanah yang begitusubur, air yang tak pernah habis. Itu semua di karenakan karena masyarakat Baduy  tidak pernah merusak  dapat menjaga alam dengan baik. Sebagai contoh dalam pengelolaan sampahnya mereka tak pernah membuang sampah kesungai, untuk sampah organik seperti kulit duren dedaunan biji-bijian dan lain-lain mereka buang dihutan sehingga membusuk dan menjadi pupuk alami yang membuat tanahnya menjadi subur. Sedangkan sampah non organik seperti plastik dan lain-lainnya mereka bakar.

Tetapi saat ini kampung Baduy luar sudah mengalami pergeseran sosial diakibatkan oleh modernisasi dimana ketika mandi masyarakat baduy luar telah menggunakan bahan-bahan moderen seperti sabun, odol, shampo dan alat mandi lainnya. Hal ini jika terus dibiarkan dapat menghilangkan kearifan budaya lokal Baduy, dimasa yang akan datang nanti masih adakah kampung baduy? Semua ini tergantung pada masyarakat baduy itu sendiri.

Jumat, 13 Maret 2015

Fieldtrip Baduy- part 1


heiii,, i come back.. seperti janji aku kemarin setelah balik dari baduy aku bakal share ceritanya disini,, nah rabu kemarin aku baru balik dari baduy nih.. perjalanan yang cukup melelahkan tapi mengasikan..

berangkat pagi2 buta jam 6 pagi dari kampus. sekitar jam 2 siang kita sampe di rangkasbitung .. eitss ternyata perjalanan masih belom usai.. masih harus menempuh sekitar 2 jam lagi untuk menuju ciboleger..
(ciboleger tuh kayak terminal tempat berhentinya bus yang kita pakai).. sampai terminal ciboleger sekitar jam 5 sore.. nah disini kita ga bisa sembarang masuk melainkan harus melaporkan diri dulu.. tamu yang tinggal 2x24jam harus lapor kekepala desanya atau panggilannya "Jaro" .. beres proses admintrasi kita langsung melanjutkan perjalanan menggunakan elf hingga ketempat dimana mobil tidak dapat melintas lagi.. ya kurang lebih sekitar 30 menitan..

Memasuki malam sekitar pukul 7 malam, dimana langit sudah gelap kita memasuki area baduy luar.. dengan jalan yang cukup gelap dan licin kita berjalan dengan menggunakan senter kecil ditangan. aku takjub malam itu ketika melihat langit yang bertabur bintang begitu indah tak seperti dikota. gelapnya baduy dapat membuat bintang-bintang terlihat lebih jelas seakan manyambut kehadiran kita disan..

Note : saran buat yang mau kebaduy jangan sekali2 deh masuk pas malem, lebih baik nih kalo dari bandung berangkat malem biar sampe sana pagi/siang biar pas masuk hutan ga sserem2 amat

Perjalanan kita sekitar 2 jam dengan berjalan kaki dan kondisi jalan gelap,licin, banyak batu, berlumpur, ga sempet dokumentasiin pas malem hari karna sibuk dengan keselamatan hahaha. Kita Stay di baduy luar yaitu kampung batara . Baduy Luar sendiri terdiri dari banyak kampung ada sekitar 60 kampung dan tiga diantaranya adalah baduy dalam yang letaknya berada ditengah-tengah dikelilingi oleh baduy luar ( Baduy dalam =Cibeo, Cikeusik dan Cikertawana)

 Sampai disana kita langsung makan , uniknya di baduy luar sudah mulai masuk modernisasi terlihat diruang tamunya ada jam dinding, makan dan minum sudah menggunakan  piring,gelas, sendok , si yang punya rumah juga menggunakan senter untuk pengerangan disamping juga tersedia lampu teplok. 

Keesokan harinya kita langsung observasi di baduy luar.. karna malam nya habis hujan pagi hari menjadi becek.. lokus pertama kita diajak mengunjungi jembatan akar yang cukup unik dan  jadi objek yang bagus buat yang suka fotografi/sekedar narsis nih..
ini nih jembatannya yang bikin menarik karna aksesnya itu naik turun gunung dan jalanan yang cukup sulit disitu tantangannya .. seru banget , menegangkan, tapi mengacu ardenalin juga..seharian itu kita berkeliling2 kampung melihat-lihat pesona keindahan baduy yang tak ternilai harganya.
oh iya sempet sharing cerita juga sama opa felix, opa yang menemani perjalanan kita dibaduy.. banyak cerita yang opa ceritakan tentang baduy bagaimana baduy wwalaupun sesungguhnya mereka begitu kaya tapi tetap hidup dalam kesederhanaan, cinta, dan kasih sayang yang begitu indah.. 

hoaaa udah malem ngantukk tapi cerita belom beres tar aku lanjut lagi yaa setelah ini mau cerita soal keunikan-keunikan baduy.. staytune ;D..


Sabtu, 21 Februari 2015

Stone Garden /Taman Batu

wohooo,, udah lama banget ga ngeblog karna faktor kesibukan nih *alibi* faktor lagi ga ada mood bagus buat nulis juga sih heheh.. oh iya soal fieldtrip bali.. hmm kayaknya udh basi kalo dilanjutin.. etss tp tenang aja aku masih punya cerita tentang fieldtrip Baduy (coming soon)

okehh langsung pada topik.. sebenernya ini bukan pertama kali kesini.. tapi sudah yang kedua kali.. wihh ga bosen tuh? jawabanya engga dan ga akan pernah bosen untuk melihat keindahan-keindahan indonesia.. sebenernya ini sih ga seberapa dibandingkan Bromo, mahameru, semeru, atau puncak gunung lainnya.. but aku yakin someday  aku akan naikkin puncak-puncak tinggi tersebut dan aku akan berjalan diatas awan layaknya sebuah pesawat terbang..tapi buat yang mau eksplore bandung ,, Stone Garden/Taman Batu cukup rekomend kok..

oh iya kita berangkat kesana pakai kereta loh.. disini nih serunya heheh maklum jarang2 naik kereta.. fieldtrip masih pake bus/pesawat belom kereta.. pas naik kereta serasa pergi jauh nan dimato.. padahal sih masih dibandung-bandung ajaa..



buat yang nanya biasa akses kesana dari bandung nih berikut aku lampirin biaya dari setiabudi ke stone garden:
1. pukul 08.00 kita berangkat dari setiabudi naik angkot lembang -stasiun yang warna coklat dengan tarif Rp.5000
2. pukul 09.00 kita lanjut naik kereta api dari stasiun bandung menuju stasiun padalarang dengan tarif Rp. 1500 ..  murah banget karna kalo naik angkot kepadalarang pasti habis banyak. (perjalanan kurang lebih 45 mnit)
3. pukul 10.00 kita sampai di stasiun padalarang langsung lanjut naik angkot lagi jurusan Rajamandala yang warna kuning . (perjalanan kurang lebih 40 menit kalo gamacet).
4, Turun di masjid AL-IKHLAS .. terus dari situ tinggal jalan agak nanjak sedikit.. rute cukup mudah karna sudah dipasang papan-papan petunjuk arah untuk menuju ke stone garden.. tarif masuk 3ribu rupiah..

total pengeluaran : 1. angkot lembang -stasiun pp Rp.10.000
                               2. Kereta Stasiun Bandung-Padalarang pp Rp. 3000
                               3. angkot Stasiun padalarang-mesjid AL-Ikhlas pp Rp. 10.000
                                4. Tarif masuk Stone garden Rp.3000
jadi Total : Rp.26 .000

Seru banget deh perjalanan aku hari ini.. cuma keluar sedikit tapi dapet pengalaman adventure yang ga terlupakan walaupun singkat..

Saran buat yang mau kesini :
1. bawa topi karna disini panas banget apalagi siang-siang
2. bawa minum yang banyaaaaaaak.. karna aku berkali-kali keabisan air dan beli air jadi boros deh.. cepet banget hausnya
3, bawa kamera yang pasti buat mengabadikan moment2
4. bawa gandengan, biar ga kesepian disana wkwk secara galiat orang yang menyendiri kesana :p *eh

nah segitu aja dehh cerita dari aku.. oh iya tunggu kisah aku selanjutnya yaa mengenai Baduy.. denger2 sih fieldtripnya 2maret ini.. semoga ga di undur.. 

oh iya btw aku lupa,, ada sekilas iklan nih.. pendaftaran buat masuk STPB udah dibuka lohh .. ayoo daftar dan menjadi bagian di MDP  2015 .. biar bisa jalan-jalan gratis .. eits ga sekedar jalan-jalan gratis tetapi juga belajar untuk menjadi insan pariwisata yang dapat mengembangkan potensi-potensi pariwisata di indonesia..

byeee semuaa tar lanjut lagi yaaa