G
|
emercik air dari sebilah batang bambu
ini memperlihatkan betapa kayanya alam yang dimiliki oleh kampung Baduy. Air yang mengalir dengan deras dan bersih
menjadi sumber dari kehidupan dari warga Baduy luar.
Kampung Batara adalah salah satu perkampungan yang ada di
Baduy luar. Masyarakat Baduy hidup dengan kearifan lokalnya yang begitu kuat
meskipun adat istiadat Baduy luar tidak seketat Baduy dalam tetapi masyarakat Baduy
luar tetap menjaga alamnya agar tidak dirusak.Kearifan ini perlu ditiru,
terutama aturan merawat hutan dan sungai.
Penduduk kota, yang mengenyam pendidikan formal mestinya malu dengan orang Baduy yang hidup di hutan.Saat musim hujan kebanjiran dan saat musim kemarau kekeringan itulah yang terjadi di kota tempat yang kita tinggali. Berbeda dengan kota, kampung Baduy yang begitu menjaga alamnya takpernah kebanjiran dan tak pernah kekeringan. Air bersih di kampung Batara yang kami singgahi tak pernah kering walau musim kemarau.
Pak Karta adalah seorang warga dari Baduy dalam yang
menjadi narasumber mengenai kampung baduy dalam. “ada dua pancoran dikampung ini, setiap
kampung memiliki pancoran air bersih walau hujan, air tetap bersih dan saat kemarau air tetap
mengalir” ucap pak Karta.
Memang air merupakan sumber dari kehidupan, banyak
negara miskin diakibatkan karena kurangnya air di negara tersebut, yang
menyebabkan berbagai permasalahan terjadi di negara tersebut. Oleh sebab itu air sangatlah penting bagi
kehidupan kita.
Di Baduy dan kesepuhan banten kidul punya kearifan
lokal yang sangat luar biasa dalam menjaga keseimbangan alam. Mata air masih
terjaga, air sungai masih mengalir, padi yang melimpah dan longgsong banjir dan
kekeringan yang tidak pernah terjadi. Itu semua di karenakan mereka memiliki
peraturan adat yang masih dipegang teguh oleh masyarakatnya. Dan peraturan adat
ini ternyata lebih kuat dibandingkan dengan peraturan yang dibuat oleh
pemerintah.
Di Baduy, mereka mempunyai hutan titipan yaitu hutan
yang tidak boleh dimanfaatkan untuk
apapun, baik itu kayunya atupun sumber daya alamnya. Bahkan untuk
masukpun tidak diperbolehkan kecuali Pu’un atau abah atau Olot atau Oyot atau Kepala
adat, itupun hanya setahun ssekali. Luasnya mencapai 30% dari luas kawasan Baduy.
Mereka juga mempunyai hutan tutupan yaitu hutan yang boleh dimanfaatkan tapi
non kayu. Hutan inilah yang menjaga mata air sumber kehidupan yang dialirkan
melalui sungai. Luasnya mencapai 50% dari luas baduy.
Kampung baduy juga memiliki satu
kawasan yang kaya akan tanaman bambunya.
Memang belum ada catatan yang pasti mengenai berapa persen atau berapa
banyak hutan bambu yang ada di kawasan tersebut. Sebuah penelitian di cina
hutan bambu mampu meningkatkan penyerapan air kedalam tanah hingga 240% di
bandingkan hutan pinus. Mungkin hal inilah yang menjadi salah satu faktor baduy
tak pernah kekeringan dan kekurangan air bersih.
Dengan banyaknya sumber air di Baduy
yang begitu melimpah. Tak heran jika tanaman yang tumbuh di Baduy juga begitu
melimpah seperti pohon duren, rambutan, kopi, pepaya, pohon aren/ kolang kaling
tumbuhan obat-obatan dan tumbuhan lainnya yang brgitu melimpah ruah. Bahkan padi
yang seharusnya tumbuh di sawah, di Baduy padi dapat tumbuh di ladang.
Kehidupan memang tak akan pernah
berakhir di Baduy, karena mereka memiliki alam yang begitu kaya dan tak bisa dibeli,
tanah yang begitusubur, air yang tak pernah habis. Itu semua di karenakan
karena masyarakat Baduy tidak pernah
merusak dapat menjaga alam dengan baik.
Sebagai contoh dalam pengelolaan sampahnya mereka tak pernah membuang sampah
kesungai, untuk sampah organik seperti kulit duren dedaunan biji-bijian dan
lain-lain mereka buang dihutan sehingga membusuk dan menjadi pupuk alami yang
membuat tanahnya menjadi subur. Sedangkan sampah non organik seperti plastik
dan lain-lainnya mereka bakar.
Tetapi saat ini kampung Baduy luar sudah mengalami
pergeseran sosial diakibatkan oleh modernisasi dimana ketika mandi masyarakat
baduy luar telah menggunakan bahan-bahan moderen seperti sabun, odol, shampo
dan alat mandi lainnya. Hal ini jika terus dibiarkan dapat menghilangkan
kearifan budaya lokal Baduy, dimasa yang akan datang nanti masih adakah kampung
baduy? Semua ini tergantung pada masyarakat baduy itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar